
Hari ini aku sedih!
Aku sendiri juga tidak mengerti kenapa. Akhir-akhir ini rasanya hidupku kacau sekali. Entahlah, bingung, bete, sebel, ada gembiranya, semua jadi satu. Tapi rasanya malah jadi semakin nggak karuan. Nggak suka yang begini ini. Lihatlah, sampai bahasa tulisku juga berubah. Aku sampe nggak bisa nulis kaya yang kemarin-kemarin. Bagus lo padahal. Rasanya gimanaaa gitu.
Well, otak dan hatiku sama sekali tidak sinkron. Hati maunya apa aku nggak tau, sementara otak sudah bertindak namun sedikit tidak sesuai dengan kehendak hati. Aaaaaah! Kalo begini terus mau bagaimana?
Aku yakin kalian tidak mengerti apa yang kubicarakan. Karena jujur aku sendiri juga nggak gitu ngerti aku ini kenapa.
Oke! Sekarang aku akan sedikit berbagi apa-apa saja yang terjadi, hingga perasaanku menjadi tidak karuan seperti saat ini. Kacau!
Rasa-rasanya semua dimulai ketika itu hari Minggu, aku di rumah bersama seluruh keluarga. Bukan sesuatu yang kiranya menyedihkan ataupun tragis kukira, malahan ini awal yang biasa saja. Tidak ada yang spesial, tidak ada yang menyenangkan. Datar. Flat. Mungkin akan lebih baik jika itu tidak kuceritakan disini. Nggak enak kalo ada yang bersangkutan membaca, karena ini melibatkan orang lain.
Hari Minggu aku di rumah, seperti biasa, blogging, facebooking, dan membuat laporan. Ada status dari seorang kawan yang sedikit mengundang perhatianku, dan dari situlah semua berawal. Sedikit simpati kukirimkan kepadanya yang sedang bermasalah. Jauh sebelumnya, aku sama sekali --bukan sama sekali sih, mungkin lebih tepatnya -kurang-- jarang berkomunikasi dengannya. Atau malah mungkin tidak pernah. Entahlah, aku lupa. Kalimat yang paling tepat menggambarkan dirinya adalah -OUT OF MY SIGHT- ia sama sekali belum pernah merebut sedetik pandang mataku untuknya. Dan kali ini, setelah peristiwa-minggu-pagi-yang-biasa-saja itu, ia dengan sukses merebut perhatianku.
Semua berjalan biasa saja, sama seperta awalnya, hingga sekarang dia dengan sukses (lagi!) membuat aku menaruh sedikit rasa padanya. Jujur, aku sebenarnya enggan mengakui hal ini. Apalagi disini. Tapi apa mau dikata. Semua memang sudah terjadi. Dan si rasa ini, kayaknya nggak bisa diajakin kompromi. Tiap deket dag-dig-dug, liat dia sedikit langsung bawaannya sumringah, tapi kalo dia ilang dari pandangan, hawa-hawanya langsung surem! Haaaah. Aku capek.
Teman-teman yang setia membaca tulisan nggak penting saya,
Untuk sekedar diketahui, aku sulit sekali buat jatuh suka sama seseorang. Nggak ngerti, salah seorang kawanku bilang, ini semua akibat dari pengalaman. Kasihan. Pasti kata itu yang akan keluar dari mulut kalian jika membaca alasan mengapa aku jadi sangat-tidak-mudah menyukai seseorang (dalam hal ini bisa disebut jatuh cinta ataupun sayang). Maka dari itu, aku bener-bener nggak nyangka, hanya karena sedikit kebaikan darinya, aku bisa benar-benar bertekuk lutut. Sementara aku tau dengan pasti, kalau yang dia lakukan itu sama sekali tidak seperti yang kupikirkan. Itulah yang membuatku sedih malam ini teman-teman tersayang..
Kenyataan bahwa dia sama sekali tidak menaruh perhatian padaku seperti halnya aku memperhatikannya. Kenyataan bahwa aku sama sekali tidak pernah ada di pikirannya seperti halnya dia ada di pikiranku. Mungkin sedikit tidak adil kalau aku bilang begini tanpa mendengar langsung pernyataan darinya. Tapi AKU NGGAK PUNYA NYALI!
Kalau sudah begini aku mau berbuat apa?
Ada yang tau aku paling suka sama apa?
Hujan. Dan taukah kalian..
Satu hal manis yang dia berikan untukku, kami pernah bersama-sama berada di bawah hujan. Berbagi cerita. Tertawa bersama. Hanya dia dan aku.
0 comments:
Post a Comment